Showing posts with label no giving up. Show all posts
Showing posts with label no giving up. Show all posts

Sunday, February 3, 2013

PINDAH RUMAH !!!

Well, hampir 3 tahun bareng sama blogspot, nyeritain segala hal, bagiin segala foto, akhirnya gue pun membuat keputusan besar yaitu pindah ke Wordpress.
Berkunjung ya ke WINDA & HER STORIES



Tapi tenang aja, blogspot ini tetep aktif kok buat ngebagiin link-link download lagu sama film atau apa aja yang masih perlu gue posting di sini.
Tapi rumah baru gue, gue jamin bakal lebih nyaman kok :)

Gue sedang memulai 'the newly me' , doain semoga segala yang baru ini gak bikin gue lupa siapa diri gue dan tetap fokus akan tujuan gue untuk nemuin kebahagiaan gue lalu membaginya dengan orangtua gue, keluarga, pacar, sahabat, rekan, dan semua pembaca setia blog ini :)

MARI BERBAGI KEBAHAGIAN DENGAN TEMPAT, SUASANA, DAN HATI YANG BARU :))

Warmest,
Winda Pontoh

Friday, October 12, 2012

Aku dan Onggabale Kab. Poso 2012

Poso, 11 Oktober 2012

Curahan hati seorang Winda Pontoh, mantan calon finalis dalam pemilihan Onggabale.
| Disadur langsung dari twit penulis yang secara langsung dikicaukan via akun twitternya @itsmeindha begitu nyampe rumah dan ingin segera mengabarkan kepada dunia tentang keadaan diri dan hatinya*padahal nggak sepenting yang dia bayangin |

Akhirnya malam grandfinal Onggabale Festival Budaya Daerah Poso tahun 2012 selesai. Seneng... Meskipun menyisakan banyak kekecewaan :
Jadi, Onggabale itu semacam Abang None gitu. Ongga=None. Bale=Abang. Nah ceritanya gue pengen banget ikut seleksi tapi nggak jadi :( 
Finalisnya diambil dari masing2 kecamatan di seluruh Kab. Poso. Gue rencananya mau jadi perwakilan Kec. Poso Kota Utara tapi batal soalnya
...pas gue nanya ke kantor kecamatan, dibilang sama yg ngurus kalo perwakilannya udah ada. Batallah gue jd Ongga Kec. Poso Kota Utara, tapi, 
Beberapa hari kemudian, ngasih tau kalo Om-nya, pegawai kantor kecamatan Poso Pesisir nyari Ongga yg fasih b.Inggris,
...dia pun ngerekomendasiin gue ke om-nya. Gue excited lg stlh sempat kecewa. Tp katanya konfirmasi jd apa enggaknya diumumin besok paginya.
Ternyata nggak jadi. Si Bapak Camat nggak berani ngambil orang dari kecamatan lain, takutnya didiskualifikasi gitu. Gue lemes, down, kecewa.
H-3 pembukaan FBD, gue udah ilang semangat. Bukan waktunya gue tampil mungkin. Akhirnya berbesar hati utk menerima bhw gue gagal diawal :(  
Dengan hati lapang, kmrn sore gue ke alun-alun sintuwu maroso tempat digelarnya FBD. Pertunjukan bakat peserta Ongga dan Bale. 
Sayangnya gue nggak sempet liat pertunjukan yg ditampilkan Ongga Kec. PKU. Pengen liat aja sih sebagaiman berbakatnya dia. 
Kalo dipikir2, gue keahliannya banyak, cm nggak ada yg bener2 didalami. Nah gue mikir klo seandainya jd ikut, gue mau nunjukin apa?
Oke, di level ini gue langsung damai sama hati gue bhw dia emang pantes jd Ongga yg ngalahin gue dibabak pendaftaran *eh?  
Dan menurut info yg gue denger, dia kmrin nunjukin bakat nari. Katanya penampilannya bagus, menawan. Okehh gue rela!!! 
Sampe akhirnya td gue nonton langsung malem finalnya. Gue emg telat sih jd gak liat yg pas perkenalan dirinya.
Tp gue bener2 fokus pas dia masuk 10 besar dan mulai ngejawab pertanyaan dr juri. Dan lo smua tau nggak sih apa yg terjadi? Gue kecewa, BGT!  
Public speakingnya itu loh ._. Bukannya gue banggain diri ato sombong, enggak, tp gue yakin banget gue bisa berusaha utk lbh baik dr itu. 
Cara gue buat bicara, mengingat pengalaman ngomong gue selama ini depan umum, intonasi yg bisa gue atur seperti saat gue siaran radio dulu.  
Belum lg ditambah katanya kalo td ngomongnya belepotan. Omaigattt!!! Boleh nggak sih gue nangis sambil ngunyah rumput lapangan?
Gue nggak bilang dia jelek, gue cuma pengen bilang, gue bs usahain sesuatu yang akan jd lebih baik dari itu ƪ(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ  
Yap, emang udah telat kalo kecewa sekarang. Paling nggak dengan berbagi cerita via twit begini gue agak ngeplong dikitlah hatinya. 
Saking kecewanya, bikin pengalihan dengan kalkulasi hasil dana bazaar makanan punya Akuh pastih lupah dengan Onggah Baleh !!! 

Salam kurang hangat,
Winda Pontoh

Monday, February 28, 2011

It's not belongs to me, now...

Mungkin belum rejeki…
Yup, itu yang lagi saya pikirin sekarang. Mau gimana lagi coba, kalo semuanya udah kita persiapkan tapi ternyata 1 hari sebelum hari H, orangtua gak ngasih ijin. Ya, ambil hikmahnya aja deh. Kali aja ada yang lebih baik menanti di luar sana *nenangindirisendiri.
Sayanya dapat tawaran beasiswa di salah satu universitas swasta di Jakarta yang testingnya bakalan dilaksanakan di ballroom sebuah hotel bintang 4 di kota Palu. Sayangnya saya tinggal di sebuah kota kecil yang jaraknya 220 km dari Palu. That’s right, I’m from Poso regency. Kota yang dulunya indah sebenarnya namun dikarenakan konflik yang terjadi di akhir tahun 90-an dan awal 2000-an membuat kota saya ini menjadi “terbelakang”. Jangankan department store, swalayan kecil aja gak laku alias gak banyak yang suka belanja di situ. Pikirannya yah mahal lah atau sok kota banget. Hmm, saya cuma bisa geleng-geleng kepala aja. Begitu juga untuk urusan akademik, jangankan universitas besar nan elit yang super lengkap dengan mahasiswa yang berjumlah ribuan dan berkualitas pastinya yang berhasil mengeluarkan sarjana-sarjana yang bukan hanya yang punya titel di belakang tanpa bisa mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan bermasyarakatnya (wuiih, dalem banget kata2 saya ini J ). Universitas satu-satunya (sebenernya sih 2 tapi universitas yang satunya lagi katanya belum diakui jadinya gak banyak yang melirik universitas ini) yang ada di kota ini  (yang sekarang jadi tempat saya kuliah) masih berstatus swasta. Pembangunan sarana dan prasarananya pun masih lambat bahkan kurang menurut saya. Tapi bukan berarti saya memandang remeh universitas saya ini, hanya sedikit mengeluarkan unek-unek. Memang sih untuk kuliah bukan melihat fasilitasnya saja dan bangunan megah nggak sih, tapi gimana kita sebagai mahasiswanya bisa menunjukkan kualitas kita dengan berprestasi pastinya. Tapi sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten tertua di kota Poso ini, bukankah seharusnya lebih diperhatikan? Ah, sudahlah masalah ini bukan urusan utama saya. Toh saya masih berstatus mahasiswa yang dengan senang hati menerima ilmu yang diberikan oleh dosen-dosen yang baik nan cerdas (menurut saya, gak tau kalo mahasiswa lain hhehe).
            Bukannya saya nggak berpuas hati udah bisa kuliah di sini sementara banyak anak muda lainnya yang setelah lulus SMA “terpaksa” harus memendam keinginan merasakan nikmatnya menjadi mahasiswa yang dikalangan orang biasa kayaknya udah “waahh” banget, tapi gak ada salahnya kan kita berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik dan dengan BEASISWA penuh. Itulah yang memotivasi saya untuk rajin-rajin menjelajah situs-situs yang memberikan informasi tentang tawaran beasiswa dari universitas-universitas besar di Indonesia. Setelah duduk manis di depan laptop saya selama berjam-jam untuk mencari informasi and finally, I get it…
            Universitas swasta dengan prestige lumayan dilirik di Indonesia khususnya di Ibukota Jakarta sana sedang mencari calon mahasiswa dengan kualifikasi yang memenuhi standar untuk mendapatkan beasiswa dan untuk beasiswa ini diberikan secara full termasuk biaya hidup selama menempuh pendidikan di universitas tersebut. Saya teliti dan cerna baik-baik setiap kata yang tertulis di situs ini dan yang saya pikirkan adalah I must try this one!
            Universitas ini tidak memiliki jurusan kuliah seperti yang sedang saya jalani saat ini yaitu FKIP Bahasa Inggris jadi pengorbanan yang mesti saya lakukan jika seandainya saya berhasil masuk, saya harus bersedia kembali lagi ke semester awal dan mulai mempelajari jurusan lain. Saya memilih untuk mengambil fakultas Komunikasi dengan jurusan Public Relation. Rencana saya jika saya benar-benar bisa mendapatkan beasiswa ini adalah saya akan cuti dari universitas saya sekarang selama saya mengikuti pendidikan saya di Universitas ini. Saya telah merencanakan semuanya.
            Tapi, ketika Allah berkehendak lain, kita sebagai umatnya gak bisa ngapa-ngapain lagi meskipun usaha kita udah bener-bener maksimal. Dan ketika hari ini, sehari sebelum waktu testing beasiswa ini dilaksanakan, saya gak dapet ijin untuk pergi kesana, ke Palu. Sedih? Tentu saja. Kecewa? Hellooow, kesempatan besar di depan mata masa masih gak bisa dicapai sih ?
            Mungkin saya memang merasa kok kayaknya Allah gak adil yah. Ingin rasanya saya menangis tapi airmata saya kayaknya lagi gak mendukung nih. Gak mau keluar. Cuma hati saya aja yang rasanya perih gimanaaaa gitu L. Akhirnya saya tersadar kembali, gak semua yang kita inginkan pada saat ini bisa kita dapatkan. Pasti ada kesempatan lain yang mungkin lebih baik dan lebih besar yang telah direncanakan Allah untuk saya. Pray !!
            Akhirnya, saya hanya bisa menenangkan diri dengan kata-kata dan juga lagu yang saya rasa mampu membantu saya menenangkan kembali hati saya.
           
Inilah beberapa kutipan yang saya rasa lebih dari cukup untuk teman saya saat ini
Sebait lirik dari Ost. Laskar Pelangi …
“Mimpi… adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah hingga engkau meraihnya…”
Saya bukan sedang ingin membahas tentang lagu soundtrack film Laskar Pelangi yang menginspirasi banyak orang. Hanya saja lirik lagu itu menjadi salah satu kalimat yang pernah saya dengar tentang kedahsyatan mimpi. Sebaris kalimat lain misalnya :
” The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams”.  -Franklin Delano Roosevelt, the 32nd President of the United States-
Atau sebaris kalimat dari Bambang Pamungkas, Striker Nasional Indonesia :
“Jangan pernah berhenti untuk bermimpi. karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan menjadi kenyataan.”
Anggun, penyanyi Indonesia yang berhasil terjun di dunia internasional pun pernah berujar :
” Jika kita mempunyai impian maka segeralah bangun dari tempat tidur kemudian mandi, gosok gigi dan wujudkan impian kita dengan usaha kita”
Dan dari sebuah blog saya kutip :
“Dorongan terbesar yang akan membawa kita sukses bukanlah dorongan dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri. Melalui mimpi sukses kita sendiri.”
Dan saya pun telah mampu berkata :
“When we are dreaming alone it is only a dream. When we are dreaming with others, it is the beginning of reality.” -Dom Helder Camara-
            Dan …
_Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS ar-Ra’du ayat 11)_
Insya Allah, akan ada kesempatan yang lebih diridhoi Allah SWT untuk saya
Amien!


:: Background songs (all songs with same or almost same title) when I made this writing:
Yolanda Adams – Never Give Up
Crossfade – No Giving Up

Aslinya tulisan ini saya buat tanggal 21 Januari 2011 jam 12.33 tapi karena selalu nggak sempat yah akhirnya sekarang deh baru diposting…